Jumat, 07 Mei 2010
TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM BAB 3,4,& 5
NPM:10108096
KELAS:2KA11
PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Pendahuluan
Konsumen adalah pemakai barang atau jasa(yang diproduksi produsen) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan mereka.
PENGERTIAN KONSUMEN MENURUT PARA AHLI
Philip Kotler
pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.
Aziz Nasution
konsumen pada umumnya adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu.
Menurut para ahli hukum,
konsumen adalah sebagai pemakai terakhir dari benda dan jasa yang diserahkan kepada mereka oleh penguasa.
Menurut Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK)
”Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen adalah perilaku/tingkah laku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasan mereka.
Beberapa Pengertian Perilaku Konsumen menurut beberapa ahli:
Mullen dan Johnson (1990)
Perilaku Konsumen sebagai pengkajian dari perilaku manusia sehari-hari
Winardi (1991)
Perilaku konsumen sebagai perilaku yang ditujukan oleh orang-orang dalam merencanakan, membeli, dan menggunakan barang-barang ekonomi dan jasa.
Loudon dan Albert (1993)
Perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan,menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya.
James F Engel, et. al (1994)
Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Schiffman dan Kanuk (1994)
Istilah perilaku Konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
Ujang Sumarwan (2000)
secara sederhana, studi perilaku konsumen meliputi hal-hal sebagai berikut, Apa yang dibeli konsumen? (what they buy?),mengapa konsumen membelinya? (why they buy it?), kapan mereka membelinya? (when they buy it?), dimana mereka membelinya? (where they buy itu?), berapa sering mereka membelinya? (how often they buy itu?), berapa sering mereka menggunakannya? (how often they use it?)
Sifat-sifat konsumen,
antara lain :
1) Ingin mengetahui keadaan/ciri-ciri barang-barang yang akan dibeli/dikonsumsi.
2) Menginginkan barang yang baik dan berkualitas.
3) Menginginkan barang yang murah harganya.
4) Menginginkan kejujuran dalam bertransaksi/jual beli.
MACAM-MACAM KONSUMEN:
Konsumen Antara
Setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa untuk digunakan dengan tujuan komersial atau dengan kata lain, mereka membeli barang bukan untuk dipakai, melainkan untuk diperdagangkan. Contoh : Distributor, Agen dan Pengecer .
Konsumen Akhir
Setiap orang yang mendapatkan dan menggunakan barang atau jasa untuk tujuan memenuhi hidupnya pribadi, keluarga dan tidak untuk diperdagangkan kembali.
Dua hal yang menjadikan seseorang disebut sebagai konsumen :
A).Membeli
Bagi seseorang yang memperoleh barang atau jasa dengan cara membeli, tentu dia terlibat dengan perjanjian dengan pelaku usaha/produsen.
B).Hadiah, Hibah dan Warisan
Seseorang memperoleh barang tetapi tidak terlibat dalam suatu hubungan kontraktual dengan pelaku usaha atau dengan kata lain, seseorang memperoleh barang atau jasa dengan cuma –cuma
Asas Konsumsi ada tiga macam.
1. Asas keseimbang : yaitu melakukan tindakan konsumsi sesuai dengan jumlah penghasilan yang diterima. Jadi, pengeluaran = penerimaan.
2. Asas surplus (positif) : jumlah kegiatan konsumsi/pengeluaran < pendapatan. Sehingga terdapat surplus atau kelebihan/sisa pendapatan yang dapat ditabung untuk kebutuhan yang akan datang.
3. Asas deficit (negative) : jumlah pengeluaran & jumlah pendapatan. Asas ini menimbulkan kekurangan (deficit) yang dapat mengakibatkan timbulnya utang.
Alasan Mempelajari Perilaku Konsumen
1. Analisis Konsumen sebagai Dasar Manajemen Pemasaran. Analisis ini
akan membantu para manajer untuk :
a. Mendesain bauran pemasaran
b. Mensegmen pasar bisnis
c. Memposisikan dan mendirensiasikan produk
d. Melaksanakan analisis lingkungan
e. Mengembangkan studi riset pasar
2. Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam
pengembangan kebijakan publik
3. Studi perilaku konsumen akan memungkinkan seseorang menjadi
konsumen yang lebih efektif
4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku
manusia
5. Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga jenis informasi :
a. Orientasi Konsumen
b. Fakta-fakta tentang perilaku manusia
c. Teori-teori yang menjadi pedoman proses pemikiran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal
a) Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.
b) Faktor Internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.
MENCIPTAKAN KEPUASAN KONSUMEN
Dalam rangka menciptakan kepuasan konsumen, produk yang ditawarkan organisasi/perusahaan harus berkualitas. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat bagi konsumen. Kualitas memiliki beberapa dimensi pokok, tergantung pada konteksnya Ada delapan dimensi utama pada kualitas yang biasanya digunakan, yaitu :
1. Kinerja (performance) : Karakteristik operasi dasar dari suatu produk, misalnya kecepatan pengiriman barang, serta jaminan keselamatan barang
2. Fitur (features) : Karakteristik pelengkap khusus yang dapat menambah pengalaman pemakaian produk, contohnya minuman gratis pada saat penerbangan.
3. Reliabilitas : Probabilitas terjadinya kegagalan atau kerusakan produk dalam periode waktu tertentu.
4. Konformasi (conformance) : Tingkat kesesuaian produk dengan standar yang telah ditetapkan, misalnya ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api.
5. Daya Tahan (durability) : Jumlah frekuensi pemakaian produk sebelum produk bersangkutan harus diganti.
6. Service Ability : Kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staff layanan.
7. Estetika (aesthetics) : Menyangkut penampilan produk yang bisa dinilai dengan panca indera.
8. Persepsi terhadap kualitas (perceived quality) : Kualitas yang dinilai berdasarkan reputasi penjual, misalnya Nokia. Kualitas produk yang dirasakan pelanggan akan menentukan persepsi pelanggan terhadap kinerja yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan konsumen. Begitu juga dengan mutu, mutu mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan dengan semikian kepuasan konsumen.
Strategi Kepuasan Konsumen
1. Ada 2 strategi yang menjadi dasar dalam menghadapi perilaku konsumen, yaitu :
A. Strategi Menyerang
Bersikap agresif dalam menjerat pelanggan, agresif dalam arti memiliki persiapan menyerang yang matang dan cukup kuat untuk menyerang.
Cara menerapkan strategi ini
- Melakukan promosi atau advertisement yang menerangkan bahwa perusahaan anda memiliki fasilitas pelayanan lebih baik dibanding sebelumnya.
- Memberikan hadiah (dapat berupa servis gratis atau souvenir kecil) kepada pelanggan lama yang dapat membawa beberapa pelanggan baru (jumlah pelanggan baru ditetapkan berdasarkan atas biaya untuk hadiah yang diberikan).
B. Strategi defensive atau bertahan
Strategi mempertahankan apa yang sudah ada, dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan yang dimiliki, seperti :
- Menyediakan beberapa fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan pelanggan
- Memberikan souvenir kecil pada pelanggan setelah beberapa kali menggunakan layanan anda.
- Mengirimkan kartu ucapan selamat pada hari - hari besar keagamaan bagi pelanggan setia, yang telah menjadi pelanggan cukup lama.
2. Membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk menjadikan transaksi antara anda dengan pelanggan berkelanjutan. Misalnya dengan memberikan potongan harga pada hari - hari tertentu.
3. Memberikan jaminan atas layanan atau produk yang anda jual.
4. Menciptakan hubungan personal karyawan/pemilik perusahaan dengan pelanggan (customer relationship).
5. Mampu mengantisipasi perubahan atau penambahan harapan pelanggan dengan meningkatkan kemampuan internal karyawan untuk pelayanan.
PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN SECARA KARDINAL dan ORDINAL
A. Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi. Meskipun pendekatan guna cardinal seperti diketengahkan di atas mempunyai kelemahan berupa tidak realistis asumsi dapat diukurnya kepuasan seseorang,namun dari segi lain,pendekatan cardinal ini mempunyai kelebihan tersediri.Adapun salah satunya kelebihan yang paling menonjol ialah berupa lebih mudahnya isi konsepsi kardinal untuk diselami,khususnya bagi mereka yang pertama kali mudah dimengerti mengapa dalam kebanyakan buku teks menggunakan pendekatan cardinal yang mandahului uraian mengenai teori konsumen yang menggunakan pendekatan ordinal
Asumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:
1. Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2. Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.
3. Berlaku hukum Diminishing marginal utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka.
5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.
B. Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.
Asumsi dari pendekatan ini adalah:
1. Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.
3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebutuhan mereka.
5. Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya
6. Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C
Perbedaan Pendekatan Kardinal dan Odinal :
Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama.
Persamaan Pendekatan Kardinal dan Ordinal:
Persamaan kardinal dan ordinal mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility)
Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah rasio dari perubahan persen dalam satu variabel terhadap perubahan persen dalam variabel lain. Ini adalah alat untuk mengukur respon fungsi untuk perubahan parameter secara relatif. Biasanya dianalisa adalah elastisitas substitusi , harga dan kekayaan. Elastisitas adalah alat populer di kalangan empirisis karena independen dari unit dan dengan demikian memudahkan analisis data.
Sebuah "elastis" baik adalah salah satu yang elastisitas harga permintaan memiliki besar lebih dari satu. Demikian pula, "Unit elastis" dan "elastis" menggambarkan barang dengan elastisitas harga memiliki besar dari satu dan kurang dari satu masing-masing.
Tingkat dimana suatu permintaan atau penyediaan kurva bereaksi terhadap perubahan harga adalah elastisitas kurva itu. Elastisitas bervariasi antar produk karena beberapa produk mungkin lebih penting untuk konsumen. Produk kebutuhan yang lebih sensitif terhadap perubahan harga karena konsumen akan terus membeli produk ini meskipun kenaikan harga. Sebaliknya, kenaikan harga barang atau jasa yang dianggap kurang dari kebutuhan akan mencegah lebih banyak konsumen karena biaya kesempatan untuk membeli produk tersebut akan menjadi terlalu tinggi.
Sebuah barang atau jasa dianggap sangat elastis jika sedikit perubahan harga menyebabkan perubahan tajam dalam kuantitas yang diminta atau diberikan. Biasanya ini jenis produk yang tersedia di pasar dan seseorang tidak selalu membutuhkan mereka dalam kehidupan sehari-hari nya. Di sisi lain, sebuah inelastis barang atau jasa yang merupakan salah satu saksi perubahan harga hanya perubahan sederhana dalam kuantitas yang diminta atau diberikan, jika ada sama sekali. Barang-barang ini cenderung hal-hal yang lebih dari kebutuhan kepada konsumen dalam kehidupan sehari-hari nya.
HARGA
Harga elastisitas permintaan (PED) mengukur persentase perubahan kuantitas yang diminta (Q) yang disebabkan oleh perubahan satu persen dalam variabel harga (P). Sebuah perubahan harga menyebabkan gerakan sepanjang kurva permintaan yang mencerminkan perubahan kuantitas yang diminta. PED adalah pengukuran seberapa jauh sepanjang kurva gerakan ini atau berapa banyak kuantitas yang diminta perubahan. Matematis PED = (∂ Q / ∂ P) (P / Q). Turunan parsial ∂ Q / ∂ P menunjukkan bahwa semua faktor penentu lainnya sedang permintaan tetap konstan. PEDs hampir selalu negatif. Konvensional, para ekonom menggunakan nilai absolut dalam membahas elastisitas. Jika PED lebih besar dari 1 permintaan dikatakan elastis; permintaan antara nol dan satu tidak elastis dan jika PED sama dengan satu permintaan adalah unit-elastis. Sebuah kurva permintaan inelastis sempurna, tegak lurus terhadap sumbu X, memiliki elastisitas nol.. Sebuah kurva permintaan elastis sempurna, horizontal untuk sumbu X, tidak terbatas elastis.
Ada hubungan yang diprediksi antara pendapatan dan elastisitas. Tergantung pada PED, orang dapat meningkatkan pendapatan baik dengan meningkatkan harga dan mengorbankan kuantitas atau dengan mengurangi mereka dan menghasilkan lebih.
SILANG
Cross elastisitas harga permintaan (XED) mengukur persentase perubahan permintaan untuk kebaikan dalam pertanyaan yang disebabkan oleh perubahan satu persen dalam harga barang yang terkait. barang istimewa adalah melengkapi dan pengganti. Perubahan harga suatu tujuan yang baik terkait kurva permintaan bergeser mencerminkan perubahan dalam permintaan. XED adalah pengukuran seberapa jauh kurva pergeseran horizontal sepanjang sumbu-X. Matematis XED = (Q / ΔPrg) (PRG / Q) di mana PRG adalah harga barang yang terkait. Elastisitas harga silang dari permintaan mengukur respon permintaan yang baik x terhadap perubahan harga suatu barang yang terkait, y. Jika harga dari komplemen (pengganti) naik permintaan untuk kebaikan tersebut akan turun (atas) - hubungan adalah terbalik (positif) dan tanda koefisien yang terkait baik akan negatif (positif). Koefisien elastisitas menunjukkan kekuatan hubungan-seberapa kuat komplementer (pengganti) yang baik terkait.
Cross-harga elastisitas permintaan digunakan untuk mempelajari kebiasaan konsumsi perokok berat setelah kenaikan substansial dalam harga rokok. Dalam sebuah studi kenaikan sepuluh persen dalam rokok menyebabkan "keluarga miskin merokok" untuk mengurangi rokok oleh 9%, makanan sebesar 17% dan perawatan kesehatan sebesar 12%. Pada orang kata lain akan mengurangi pembelian barang-barang dan jasa untuk terus merokok.
PENDAPATAN
Penghasilan elastisitas alat pengukur sensitivitas permintaan konsumen untuk suatu yang baik untuk perubahan pendapatan konsumen. Jika YED tinggi persentase kenaikan pengeluaran untuk kebaikan akan lebih besar daripada persentase kenaikan pendapatan konsumen. Dalam bahasa Inggris biasa jika penghasilannya naik konsumen akan membeli lebih banyak tentang kebaikan. Jika YED tinggi penurunan persentase pengeluaran untuk kebaikan akan lebih besar daripada penurunan persentase pendapatan konsumen. Sekali lagi jika penghasilannya turun dia akan sangat memotong pembelian nya yang baik. Konsumen dengan YEDs rendah akan bereaksi reaksi berlawanan. Respons mereka terhadap perubahan pendapatan dalam hal pola pembelian tidak bersuara. Jika pendapatan mereka meningkatkan pembelian barang akan naik sedikit. Jika pendapatan mereka menurun mereka akan mengurangi belanjanya dalam jumlah kecil.
PRODUSEN DAN FUNGSI PRODUKSI
Pengertian produsen adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
Produsen dijabarkan dalam beberapa syarat, yaitu :
Ω Bentuk atau wujud dari pelaku usaha :
× Orang perorangan : Setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri.
× Badan usaha : Kumpulan individu yang secara bersama - sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu :
Badan hukum. Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.
Bukan badan hukum. Jenis badan usaha bukan badan hukum, seperti firma, atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil. Misalnya, pada saat mobil Anda mogok karena terjebak banjir, ada tiga orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,-. Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.
Ω Kriteria Badan Usaha :
× Didirikan dan berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
× Melakukan kegiatan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
Ω Kegiatan usaha tersebut harus didasarkan pada perjanjian.
Dengan demikian jelaslah bahwa pengertian pelaku usaha sangat luas. Yang dimaksud dengan pelaku usaha bukan hanya produsen, melainkan hingga pihak terakhir yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti agen, distributor dan pengecer (konsumen perantara).
Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan sbb :
guna bentuk (form utility)
guna tempat (place utility)
guna waktu (time utility)
guna kepemilikan (ownership utility
guna pelayanan (service utility)
guna dasar (basic utility)
Prinsip ekonomi Produsen
Prinsip ekonomi produsen yaitu dengan modal yang dimiliki berusaha menghasilkan barang yang berkualitas dan mendatangkan keuntungan besar.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh produsen dalam prinsip ini adalah :
a).Memilih produk yang sesuai dengan selera konsumen.
b).Menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas.
c).Memilih alat-alat produksi yang baik dengan harga yang relative lebih murah.
d).Menekan biaya produksi sekecil-kecilnya.
Fungsi Produksi
Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga
Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.
Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perencanaan Produk
Proses produksi akan menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang yaitu benda yang berwujud akan tetapi dapat pula berupa benda yang tak berujud yang sering disebut jasa. Baik barang maupun jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus direncanakan dengan baik agar produk yang diciptakan itu nanti dapat bermutu tinggi., ongkos produksi murah, dan cocok dengan selera konsumen pemakainya. Produk yang dapat memenuhi syarat tersebut di atas akan menjadi andalan pengusaha agar mampu untuk meningkatkan perkembangan usahanya. Dalam merencanakan produk yang akan kita hasilkan itu maka perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :
a). Atribut Produk
b). Posisi Produk
c). Siklus Kehidupan Produk
d). Portofolio Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
Perencanaan luas produksi merupakan masalah penentuan terhadap berapa banyak jumlah volume produksi yang harus dihasilkannya dalam periode atau tahun tertentu. Masalah ini sering disebut sebagai penentuan target produksi. Berapa target produksi untuk tahun yang akan dating merupakan persoalan yang harus di terapkan oleh manajer produksi. Dengan target itulah maka rencana ataupun program-program produksi seperti pengadaan bahan, tenaga kerja, bahan pembantu, peralatan-peralatan yang diperlukan beserta prosesnya pun akan dapat direncanakan dengan lebih cermat. Untuk keperluan itulah maka luas produksi perlu ditentukan terlebih dahulu. Untuk menentukan luas atau target produksi itu maka tentu saja akan banyak factor yang perlu diperhatikan. Factor-faktor tersebut akan mempengaruhi dan menentukan besar kecilnya target produksi kita. Adapun factor – factor penentu produksi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Bahan baku yang tersedia
b. Tersedianya tenaga kerja (ahli) yang diperlukan
c. Dana yang diperlukan untuk pembiayaan
d. Besarnya potensi pasar yang terbuka
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
Kita sering menjumpai bahwa pabrik-pabrik banyak didirikan orang diluar perkotaan seperti di daerah pinggiran kota Jakarta, Surabaya atau kota-kota lainnya. Bahkan ada pula yang didirikan jauh dari kota dan bahkan di puncak gunung atau di tengah hutan, seperti halnya perusahaan pertambangan misalnya. Persoalan lokasi pabrik ini memang sangat ditentukan oleh beberapa factor penentu utama yaitu :
1. Bahan Baku
2. Pasar
3. Lahan untuk Ekspansi
4. Pembangkit Tenaga (Power)
5. Tenaga Kerja
6. Fasilitas Transportasi
7. Dampak Lingkungan
Pada umumnya kondisi lahan di daerah pinggiran kota merupakan daerah yang paling banyak memenuhi syarat dari beberapa faktor tersebut di atas. Apabila didirikan di tengah kota maka akan banyak mencemarkan lingkungan pemukiman yang berada di tengah kota tersebut. Sebaliknya apabila terlalu jauh dari kota akan mengakibatkan biaya angkutan barang jadi untuk di bawa ke pasar yaitu di kota menjadi sangat mahal, selain pembangkit tenaga ataupun permodalannya menjadi kesulitan.
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
Mesin-mesin dan fasilitas pabrik haruslah disusun serta diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran proses produksi.
Beberapa pertimbangan penting yang ada dalam mengatur susunan atau layout pabrik ada beberapa macam yaitu :
a). Kelancaran aliran proses produksi
b). Kebutuhan Administrasi/perkantoran
c). Kebutuhan Penjualan
d). Lalulintas pengangkutan barang serta bahan
e). Penerangan dan ventilasi
f). Bentuk pabrik dan biaya pembangunanya
g). Biaya produksi
5. Perencanaan Bahan Baku
Bahan baku harus direncanakan sedemikian rupa sehingga menopang tercapainya tujuan bagian produksi yaitu tepat jumlah,tepat mutu, tepat waktu dan tepat ongkos atau harganya. Pengaturan bahan baku memiliki 2 aspek utama yaitu :
1. Penyediaan
2. Penggunaan
Penyediaan Bahan
Konsekuensi biaya yang terjadi dalam pengadaan bahan itu ada dua macam yaitu :
a. Biaya Pembelian atau Pemesanan (Ordering Cost)
Biaya pembelian adalah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan dalam melakukan kegiatan pembeliannya atau pemesanan bahan bakunya.
b. Biaya Penyimpanan (Carrying Cost)
Biaya penyimpanan adalah biaya yang harus ditanggung karena kita harus menyimpan bahan yang sudah dibeli dan belum dipergunakan dalam proses produksi.
Kedua biaya tersebut akan ditanggung bersama-sama oleh pengusaha. Oleh karena itu maka secara bersama akan membentuk total biaya persediaan yang merupakan jumlah dari kedua biaya tersebut.
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas
PRODUKSI OPTIMAL
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Kategori Kegiatan Produksi:
Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production)
Mengoptimalkan Produksi adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb
Cara Mengoptimalkan produksi:
1. Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai keuntungan potensial ( potential profit ), bukan pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus di keluarkan. Dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiansi akan meningkatkan keuntungan.
2. Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah ( bukan sekedar mengubah input menjadi output ) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetatapan harga ( pricing strategy ) yang kompetirif di pasar.
3. Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu
Least Cost Combination
Least Cost Combination (LCC) adalah suatu titik/keadaan yang memberikan kombinasi penggunaan input-input/factor produksi
Untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu dengan ongkos total yang minimum.
Untuk menghasilkan / menentukan kombinasi yang optimal ini diperlukan tiga data, yaitu :
a) Isoquant, untuk menentukan tingkat output yang dikehendaki;
b) Harga factor produksi/input pertama (X1)
c) Harga factor produksi/input kedua (X2)
Bila dimisalkan fungsi produksi adalah Q = x1.x2, dengan harga masing-masing input tersebut adalah P1 dan P2, maka isocostnya adalah C = P1. x1 + P2 . x2,
sekarang akan dicapai LCC untuk tingkat output tersebut dengan mensubsitusikannya, maka dapat ditulis sbb :
Q
Q = x1.x2 dapat ditulis menjadi x1 = ——-
X2
Ongkos untuk menghasilkan output tersebut menjadi :
P1.Q
C = ———-+ P2 .x2
X2
Untuk menghasilkan Q dengan ongkos yang minimum, maka harus dipenuhi syarat turunan pertama fungsi ongkos tersebut = 0
DC
—— = 0
dx2
maka :
dC QP1 P2 Q
—- = —– + P2 = 0 atau —– = ——–
dx2 x2 P1 X2
jadi syarat LCC secara umum bias ditulis sebagai berikut :
P2 dX1 P2 Δ X1
—– = ——- atau —– = ——–
P1 dX2 P1 ΔX2
ΔX1/ΔX2 sering disebut juga dengan istilah Marginal Rate of Technical Subtitution (MRTS).
Selanjutnya syarat LCC dinyatakan sebagai berikut :
P2
—– = MRTS
P2
SUMBER:
SCRIBD.COM
GOOGLE.COM DENGAN PENGUBAHAN
Minggu, 28 Maret 2010
TUGAS MAKALAH TERI ORGANISASI UMUM
NPM: 10108096
KELAS: 2KA11
Definisi dan metodologi ekonomi
Kata ekonomi (economy) berasal dari kata Yunani yang mengandung arti “one who manages the household”. Arti kata ini secara literal berasal dari dua suku kata yang selama ini kita mengerti,yaitu oicos dan nomos.Secara umum Ilmu ekonomi atau ekonomika atau economics merupakan ilmu yang mempelajari manajemen rumah tangga tersebut.
Definisi ilmu ekonomi menurut para ahli
-Menurut Wikipedia
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
-Menurut Lipsey (1999)
ekonomika adalah ilmu sosial yang mempelajari tentang masalah ekonomi.
-Menurut Alfred Marshall
political economy atau economics sebagai sebuah studi tentang manusia dalam urusan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain ekonomika adalah sebuah studi tentang penggunaan sumber daya yang langka (scarce) untuk memenuhi keinginan manusia (yang tidak terbatas).
-Menurut DR. Soelistijo, MBA
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak
- Menurut Oscar Langen :
Ilmu Ekonomi, yaitu mempelajari tata administrasi dari resources sedemikian rupa sehingga dapat digunakan bagi kehidupan manusia sebaik-baiknya
Secara umum ilmu ekonomi terbagi dalam 2 cabang utama, yaitu makroekonomi dan
mikroekonomi
1. Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.atau Makro ekonomi mempelajari perilaku ekonomi secara keseluruhan (agregat) seperti permintaan dan penawaran agregat, produksi
atau total output secara keseluruhan dan tingkat harga umum, tingkat dan laju
pertumbuhan ekonomi, suku bunga, inflasi, pengangguran, angka kemiskinan
dan lain-lain.
Asal Mula Konsep-konsep Ekonomi Makro
Hingga 1930 sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang terutama berasal dari John Maynard Keynes yang menggunakan konsep aggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran, sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini. Keynesianisme didasarkan pada gagasan-gagasannya.
Pendekatan Analitik
Perbedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian, memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkan pada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahan penekanan.
Permasalahan dalam Ekonomi Makro
1. kemiskinanan dan pemerataan
2. krisis nilai tukar
3. hutang luar negeri
4. perbankan, kredit macet
5. inflasi
6. pertumbuhan ekonomi
7. pengangguran
2. Ekonomi Mikro atau Mikroekonomi adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Metodologi Ekonomi
Metodologi ekonomi adalah studi tentang metode, biasanya metode ilmiah, dalam kaitannya dengan ekonomi, termasuk prinsip-prinsip ekonomi yang mendasari penalaran.
Biasanya orang sering salah meggunakan istilah metodologi sebagai sinonim metode (s) padahal metodelogi mempunyai arti yang bertolak belakang karena metodelogi merupakan studi mengenai metode (s).
Masalah-masalah yang muncul pada metodelogi Ekonomi termasuk:
• Definisi ekonomi
• Lingkup ekonomi sebagaimana didefinisikan oleh metode
• Status ilmiah ekonomi
• Prinsip dasar dan operasional signifikansi teori ekonomi
• Diduga berbuah dan prediksi vs realistis asumsi penyederhanaan aspek, seperti pilihan rasional dan memaksimalkan keuntungan.
• Metodologi individualisme versus holisme dalam teori ekonomi
• Keseimbangan empiris dan apriori pendekatan
• Analisis formalisasi dan metode aksiomatik dalam ilmu ekonomi
• Pembatasan dan penggunaan metode eksperimental
• Analisis teori dan praktek ekonomi kontemporer
Masalah pokok ekonomi dan Pengaruh mekanisme harga
Secara garis besar setiap masyarakat menghadapi masalah-masalah
ekonomi pokok di bawah ini:
1. Apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa? (WHAT)
2. Bagaimana faktor-faktor produksi yang tersedia dapat digunakan untuk
memproduksi barang-barang tersebut? (HOW)
3. Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksikan atau bagaimana barangbarang tersebut dibagikan di antara warga masyarakat? (TO WHOM)
Masalah pokok ekonomi menurut berbagai aliran
Menurut Aliran Klasik
Masalah pokok ekonomi sudah ada sejak dahulu dan tetap sampai sekarang.Masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.Ekonomi klasik dipelopori oleh Adam Smith. Menurut ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada 3 permasalahan penting yaitu masalah produksi,masalah distribusi, dan masalah konsumsi.
1. Masalah Produksi
Untuk menuju kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat, karena masyarakat sangat hitrogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.
2. Masalah Distribusi
Agar barang atau jasa yang di hasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prsarana distribusi yang baik.
3. Masalah Konsumsi
Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kpd masyarakat idealnya dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.
Menurut Aliran Modern
Para ahli ekonomi modern setuju bahwa dengan sumberdaya yang tersedia, paling sedikit ada 3 masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.
Pengaruh Mekanisme Harga
Harga menurut Swastha(1979:147) adalah.jumlah uang (ditmbah beberapa barang jika mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi sejumlah barang beserta pelayanannya.
Menurut Alma(1993:237) harga dari suatu barang adalah apa yang dirasa penjual,pembeli mampu membayar.kemudian harga ini ada yang bersifat tetap dan adapula yang dicapai dengan tawar menawar.jadi pengertian harga yang sebenarnya adalah suatu nilai yang dicapai penjual dan pembeli mengenai suatu barang
Peranan Harga dalam Ekonomi
menurut Asma mekanisme harga sangat penting fungsinya dalam ekonomi harga memungkinkan konsumen
1.Untuk membanding nilai
2.Untuk stimulasi produksi
3.pembatasan secara ratio
Menurut Kotler (1995:192) penetapan harga sebagai berikut
1.bertahan hidup
2.Maksimalisasi laba jangka pendek
3.Memaksimumkan pendapatan jangka pendek
4.Pertumbuhan penjualan maksimum
5.menyaring pasar secara maksimum
6.unggul dalam mutu produk
Sistem Ekonomi
Pengertian sistem ekonomi
merupakan proses yang meliputi kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran.
sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.
Tujuan Sistem Ekonomi
Menentukan apa, berapa banyak dan bagaimana produk-produk dan jasa-jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan.
Menyalurkan pendapatan nasional (PN), diantara anggota masyarakat : sebagai upah/ gaji, keuntungan perusahaan, bunga dan sewa.
Mengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat, penggantian stok modal, investasi.
Memelihara dan menguatkan hubungan ekonomi dengan luar negeri.
Bagian-bagian dalam Sistem Ekonomi
Pelaku-pelaku ekonomi
Unit-unit ekonomi
Lingkungan Sumber Daya
Fungsi-fungsi yang harus dijalankan dari bagian-bagian sistem ekonomi tersebut adalah konsumsi, distribusi, fungsi-fungsi produksi, investasi, regulasi.
dan fungsi-fungsi ini sangat mempengaruhi hasil dari kegiatan ekonomi.
Hubungan antara bagian-bagian sistem ekonomi tersebut adalah
Proses kegiatan ekonomi bisa berlangsung secara efisien, tidak efisien atau produktif, kurang produktif, karena perbedaan dalam menjalankan fungsi elemen dan pola hubungan elemen.
Unit-unit ekonomi, pelaku-pekaku ekonomi, SDA dan SDM saling berhubungan satu sama lain dalam suatu pola hubungan tertentu, sehingga menimbulkan proses kegiatan ekonomi.
Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia secara garis besar
1.Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional membahas mengenai masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa, dijawab dengan adanya adat atau tradisi turun-temurun
2.Sistem Ekonomi Pasar (liberalis)
Sistem Perekonomian Pasar merupakan sistem perekonomian yang segala
sesuatunya ditentukan oleh pasar atau segala keputusan mengenai kebijakan
ekonomi suatu negara tidak dipengaruhi oleh siapapun, bahkan oleh
pemerintah. Seluruh sumber daya dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat
(pihak swasta).Di dalam sistem ekonomi ini berlaku siapa yang kuat dialah yang akan berkuasa.
3.Sistem Ekonomi Perencanaan (Sosialis/etatisme)
Sistem ekonomi ini mempunyai ciri khas yaitu terdapat “sentralisasi” dalam pengambilan
keputusan, biasanya oleh pemerintah pusat. Dalam sistem ini, masyarakat
atau pihak swasta tidak memperoleh hak kepemilikan factor-faktor
produksi. Biasanya sistem ini dipraktekkan oleh negara-negara komunis.
4.Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran merupakan sistem ekonomi yang diatur atau diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat atau pihak swasta masih mempunyai kebebasan yang
cukup luas untuk melakukan kegiatan usaha. Sistem ini paling banyak
dipakai oleh negara-negara di dunia.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan (demand) adalah jumlah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai macam tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.
Contoh:
Seorang siswa SMU Negeri membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku
yang dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan
disepakati harga sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan
kemampuannya, maka siswa tersebut membeli 4 buah buku tulis.
Contoh tersebut di atas adalah contoh permintaan perseorangan. Jika dalam satu
sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli 100 orang dengan
jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.
Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
a. Permintaan absolut (absolut demand).
Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
b. Permintaan efektif (effective demand)
Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai
kemampuan membeli.
.
Penawaran (supply) adalah jumlah keseluruhan barang atau jasa yang akan dijual atau ditawarkan oleh produsen pada berbagai macam tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu
Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga
antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan
Hukum Permintaan dan Penawaran
Hukum permintaan
Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam
keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap).
Hukum permintaan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan
akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka
jumlah permintaan akan turun/berkurang”.
Dengan kata lain jumlah barang yang diminta akan selalu berbanding terbalik dengan harganya, artinya jika harga barang naik maka jumlah barang yang diminta akan berkurang dan jika harga harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah.
Hukum Penawaran Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah.
Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/
turun.
Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak
berlaku mutlak (cateris paribus).
Dengan kata lain jumlah barang yang ditawarkan akan selalu berbanding lurus dengan harganya, artinya jika harga barang naik maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah dan jika harga harga barang turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
a. Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya
terhadap jumlah barang yang diminta.
b. Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya
pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas
permintaan.
c. Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/
jasa, mempengaruhi jumlah permintaan.
Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan
sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah
permintaan berbeda.
d. Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat,
sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu,
maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
e. Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak
penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
f. Selera (Taste) terhadap barang
Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera
masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
g. Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan
akan dipengaruhinya.
h. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut
i. Prediksi masyarakat tentang konsisi di masa yang akan datang
Faktor – faktor yang mempengaruhi Penawaran
Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
a. Biaya produksi (input)
Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada
akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
b. Teknologi
Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah
penawaran. Makin canggih teknologi, produktifitas semakin besar, harga menjadi
murah, jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya.
c. Harapan keuntungan/ Laba yang diinginkan produsen atau penjual
Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual.
Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah
penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
d. Kebutuhan akan uang tunai
Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan
berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah
penawaran barang/jasa.
e. Harapan harga masa yang akan datang
Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga
dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga
mempengaruhi jumlah penawaran.
f. Banyaknya produsen yang menawarkan barang
Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran
Kurva Permintaan
Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang
yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa
makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian,
karena:
1. Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi
mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.
2. Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang
menjadi membeli karena mampu.
Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan,
apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan
mengalami perubahan/pergeseran.
Kurva permintaan dapat berubah karena:
1. Perubahan Harga
Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan
bergeser ke kiri.
b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser
ke kanan.
2. Perubahan Pendapatan Masyarakat
Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.
a. Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah
dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
b. Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang,
dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga
dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa
jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang
lebih banyak.
Pergeseran Kurva Penawaran
Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang
mempengaruhinya.
Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah, sehingga kurva
bergeser ke kanan.
Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan berkurang, kurva bergeser
ke kiri.
Penentuan Harga Keseimbangan
Price Equillibrium adalah harga yang terjadi jika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Penentuan harga dan jumlah barang pada saat keseimbangan yaitu dengan menentukan titik potong anrtara grafik/kurva fungsi permintaan dengan kurva/fungsi penawaran
Pd = Ps Qd=Qs
Pd = P untuk fungsi permintaan
Ps = P untuk fungsi penawaran
contoh dik:
Fungsi permintaan P = 1000 - 20Q dan fungsi penawaran adalah P = -600 20Q
Tentukan besarnya keseimbangan
pd=ps 1000 - 20Q = -600 20Q
-40Q = -1600
Q = 40 unit
jika Q = 40, maka P=1000-20(40) = 200
\
jadi harga keseimbangannya adalah 200
Jumat, 27 November 2009
Teori Organisasi Umum - pentingnya organisasi dan Metode
Istilah organisasi dapat di definisikan :
organisasi merupakan wadah yang dibentuk oleh sekelompok orang (lebih dari satu) yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran bersama.
Beberapa hal penting dari definisi tersebut
adalah:
– Organisasi dibentuk atau terdiri dari manusia
– Adanya pembagian tugas
– Adanya koordinasi/kendali terhadap tindakantindakan anggotanya
– Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai.
Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata karja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang di lakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menetukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah di tetapkan.
Dalam pengertian tersebut terdapat 4 maksud :
a. Sebagai Kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya
b. Sebagai Kegiatan manajemen
c. Memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
d. Meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan
Sejarah Organisasi
Pendekatan awal terhadap teori organisasi pada awal abad 19 menganggap organisasi sebagai alat mekanis untuk mencapai tujuan, pada perhatian difokuskan pada pencapaian efisiensi dalam fungsi-fungsi intern. (Teoritikus Tipe 1).
Pada teoritikus tipe 2 yang melaksanakan dibawah asumsi system tertutup namun menekankan hubungan informasi dan motivasi-motivasi non-ekonomis yang beroperasi dalam organisasi. Organisasi tidak selalu berjalan secara mulus dan bukan merupakan mesin yang sempurna. Manajemn dapat merancang hubungan dan aturan formal, namun diciptakan juga persahabat informal untuk memenuhi kebutuhan social anggotanya.
Kerasionalan kembali menjadi tema sentral pada teoritikus tipe 3, diperkirakan sejak 1960 sampai awal 1970-an para teoritikus melihat organisasi menjadi alat untuk mencapai tujuan. Mereka memfokuskan pada sasaran, teknologi, dan ketidak pastian lingkungan sebagai variabel-variabel kontingensi utama yang menetukan struktur yang tepat dan seharusnya berlaku dalam organisasi, dengan kata lain struktur yang sesuai dengan variable-variabel kontingensi tersebut akan membantu pencapaian tujuan organisasi, sebaliknya penerapan struktur yang salah akan mengancam kelangsungan hidup organisasi.
Akhirnya pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi sangat dipengaruhi oleh para teoritikus tipe 4. perspektif social digunakan kemabali, namun dalam kerangka kerja system terbuka. Hasilnya adalah pandangan bahwa struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari pada manager untuk menciptakan struktur yang efektif, namun merupakan hasil dari suatu pertarungan politis di antara koalisi-koalisi di dalam organisasi untuk memperebutkan kendali atau kekuasaan.
Desain Organisasi Formal dan Informal
Dimensi Desain Organisasi
Menurut Richard L. Daft (1998:15), dimensi desain organisasi terdiri dari 2 tipe yaitu:
1. Dimensi Struktural, yaitu dimensi yang menggambarkan karakteristik internal dari organisasi dan menciptakan suatu dasar untuk mengukur dan membandingkan organisasi.
2. Dimensi Kontekstual, yaitu dimensi yang menggambarkan keseluruhan dari suatu organisasi. Dimensi ini memperlihatkan susunan organisasi yang mempengaruhi dan membentuk suatu dimensi struktural organisasi
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Teori Organisasi
Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
a. Teori Birokrasi
b. Teori Administrasi
c. Manajemen Ilmiah
Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
Menekenakan pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan
Teori Organisasi Modern